RSS

Arsip Bulanan: Februari 2008

Belajar SIKAP SUKSES Dari John D. Rockefeller…

Membaca kisah orang-orang sukses dan bahagia, menurut saya sungguh
menggairahkan. Saya bisa mengambil makna dan hikmah yang sangat
baik, dan sekiranya bisa juga saya terapkan untuk mengembangkan
potensi saya sendiri, baik potensi diri dan keluarga, maupun potensi
dan kemampuan bisnis saya.

Tokoh sukses yang satu ini juga sangat menarik perhatian saya.
Mungkin sebagian dari Anda ada yang belum tahu sosok ini? John
Davison Rockefeller atau biasa disingkat dengan John D.
Rockefeller…Sang RAJA MINYAK dari United State (Amerika Serikat).
Dia lahir pada 9 Juli 1839 di sebuah desa pertanian miskin dekat
Ricford, New York, Amerika Serikat…dan meninggal dalam usia 98
tahun pada 23 Mei 1937, di Ormond Beach, Florida, Amerika Serikat.

John D. Rockefeller inilah pendiri dan pemilik perusahaan
pengilangan minyak bernama Standard Oil, yang saat ini dikenal
dengan nama lain yaitu perusahaan minyak EXXON…yang saat ini
kabarnya EXXON merupakan satu-satunya perusahaan pengilangan minyak
di Amerika Serikat.

Nah, saya menuliskan beberapa point penting dalam hal bersikap pada
diri Sang RAJA MINYAK ini, dan sikap inilah yang membawa seorang
John D. Rockefeller menjadi sangat sukses. Sampai-sampai jumlah
kekayaannya sangat sulit untuk dihitung, dan itu membutuhkan waktu
selama bertahun-tahun.

Sampai sekarang, organisasi sosial yang didirikannya yaitu
Rockefeller Foundation, sampai saat ini tetap merupakan organisasi
pecinta sesama umat manusia, dan merupakan organisasi kemanusiaan
terbesar di dunia dengan dana lebih dari 50 Triliun Rupiah!!! Dana
sebesar ini dipergunakan untuk perdamaian dunia, beasiswa anak cacat
dan miskin, juga untuk penelitian bagi perkembangan dunia ilmu
pengetahuan.

Berikut ini point-point sikap mental, yang menjadikan John D.
Rockefeller menjadi orang sangat sukses, yang saya coba sarikan buat
kita semua:

1. Selalu Hemat dan Disiplin terhadap Uangnya.

2. Selalu Percaya bahwa Uang Harus Bekerja Untuk Dirinya.

3. Selalu Bekerja Untuk Kepuasan Jiwanya.

4. Selalu Menganggap Tekanan itu Menggairahkan dan Sebagai Tantangan
Untuk Maju.

5. Selalu Belajar Terus Untuk Meningkatkan Potensi dan Kemampuan
Dirinya.

6. Selalu Punya “Passion”, Semangat Membara Dalam Meraih Cita-
Citanya.

7. Selalu Punya Keinginan Kuat Untuk Semakin Memperbesar Penghasilan
dan Bisnisnya.

8. Selalu Membuat Metode dan Strategi Bisnisnya Secara Detil Sekali.

9. Selalu Melihat Ada Celah Lain Dalam Bisnisnya.

10.Selalu Tidak Pernah Menunda Pekerjaannya.

11.Selalu Melakukan “Take Action” Dengan Cepat Jika Ada Ide Bisnis
Baru.

12.Selalu Mendalami Pengetahuan Bisnisnya Untuk Menguasainya.

13.Selalu Mencari Orang Kepercayaan Terbaiknya Secara Selektif
Ketat, Meskipun Mahal.

14.Selalu Membuat Nota Kesepakatan (MoU) Dalam Setiap Kerjasama
Bisnis.

15.Selalu Menyisihkan Keuntungan Bisnisnya Untuk Amal Sosial.

16.Selalu Tidak Pernah Marah.

17.Selalu Tidak Pernah Tidur Siang.

18.Selalu Tidak Pernah Lupa Kepada Tuhan Sang Maha Pencipta Hidup.

19.Selalu Menghargai Waktu dan Menggunakan Waktunya Dengan Sebaik-
baiknya.

20.Selalu Berhati-hati Dalam Setiap Langkah Hidupnya.

Tulisan saya di atas ini, sengaja hanya saya ambil yang penting saja
menurut saya, yang sekiranya bisa saya manfaatkan untuk meningkatkan
kualitas kehidupan saya khususnya. Mungkin diantara Anda yang ikut
membacanya, bisa saja Anda ambil manfaatnya juga. Semoga benar-benar
bisa bermanfaat ya.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

 
Leave a comment

Posted by pada 22 Februari 2008 in Inspirasi

 

Apa Yang Kita Sombongkan?

Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang
benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat
terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya,
lebih
rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa
lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang
lain.

Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering
menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus
dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula
kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun
sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit
terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam
batin kita.

Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang
lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem)
dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal
ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat
dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu
jelas.

Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan
kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam
keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan
waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang
kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa
kita memerlukan lebih banyak lagi.

Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego
inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka)
dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala
permasalahan.

Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran
sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua
perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.

Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah
makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah
spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di
dunia. Kita lahir
dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan
kosong. Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk
dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh
penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita
lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu
menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.

Kedua, kita perlu menyadari bahwa apapun perbuatan baik yang kita
lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.
Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.

Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan
kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita
dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali
kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun
kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak
lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri.
Kalau begitu, apa yang kita sombongkan dan ngapain juga sombong ?

Dikutip : Dari Seorang Sahabat

 
Leave a comment

Posted by pada 4 Februari 2008 in Inspirasi

 

Anda Memilikinya, Jadi Gunakanlah!

Keraguan selalu saja menjadi bagian dari kehidupan kita yang selalu
membatasi dan menahan langkah kita untuk berbuat yang terbaik. keraguan
membatasi “fighting” dalam semua situasi dan memulai sesuatu yang baru.
Terlebih terhadap situasi-situasi yang mengharuskan anda untuk bersaing
dan berlomba dengan pihak lain. Keraguan anda dalam melakukan ini
biasanya bersumber ke ratusan bahkan jutaan pertanyaan yang sebenarnya
mengarah kembali kepada anda. Semua pertanyaan tadi pada intinya adalah
besarnya perasaan rendah diri dan ketakutan yang teramat sangat untuk
menjadi orang yang kalah.

Rendah diri atau ketakutan itu biasanya muncul karena anda merasa bahwa
anda tidak memiliki kemampuan dan keahlian sehebat orang yang ada
disekitar anda. Anda merasa anda tidak sepantasnya untuk ikut bertarung
dan berkecimpung di dalam dunia persaingan yang sangat ketat dan butuh
perjuangan. Anda selalu beranggapan bahwa anda adalah makhluk inferior
dan makhluk kelas dua di dalam dunia ini. Stop! Itu adalah hal terbodoh
yang telah anda lakukan dalam hidup anda, yang telah menghancurkan dan
meruntuhkan satu persatu kemampuan luar biasa yang anda miliki.

Sebenarnya anda diberikan kemampuan yang luar biasa di dalam pikiran
anda. Anda di berikan karunia oleh Allah SWT, suatu pemberian yang luar
biasa yang kalau kita mau menyukurinya mungkin tidak cukup bagi anda
untuk mengucapkan kata syukur dalam 1 kali 24 jam. Dalam Buku Brian
Tracy “Change Your Mind Change Your Life”, mengatakan bahwa anda
diberikan otak yang mengagumkan yang memiliki lebih dari 18 miliar sel.
Masing-masing terhubung dengan dan saling menyambung dengan paling
sedikit 20.000 sel yang lain. Ini berarti jumlah pemikiran yang mungkin
anda hasilkan bisa lebih banyak dari pada jumlah molekul yang ada di
alam semesta. Jadi apa lagi yang anda ragukan tentang diri anda? Kalau
seorang Tukul mengetahui mengenai hal ini pasti dia akan mengatakan,
bahwa anda memiliki processor yang tiga juta miliar tahun di depan yang
lebih canggih dibandingkan dengan yang di buat oleh seorang Bill Gates.
Jadi bodohlah anda bila anda meragukan kemampuan anda untuk melangkah
maju dengan alat super canggih yang anda miliki..

Nah sekarang anda sudah tahu bahwa anda memiliki sesuatu yang luar biasa
di dalam diri anda. Jadi buat apa anda ragu? Saya tidak melihat lagi
alasan yang kuat bagi anda untuk tidak memulai sesuatu yang luar biasa
di dalam diri anda.

Orison Sweet Marden pernah menyatakan dalam suatu kesempatan,

“Tidak ada keberanian besar yang tidak disertai dengan rasa percaya diri
dan kepastian, dan sebagian dari perjuangan kita terdapat dalam
keyakinan diri bahwa kita mampu menghadapi apa yang sedang kita lakukan”

Jadi marilah kita bangkit dari pemikiran bodoh kita terhadap kemampuan
kita sendiri, mari bangun dari keterpurukan dan kalahkan perasaan itu
untuk masa depan dan dunia anda yang lebih baik.

Dodi Loebiz

The Founder & Moderator Beranie Gagal

 
Leave a comment

Posted by pada 4 Februari 2008 in Inspirasi

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.